Thursday, June 17, 2004
Pohon, Daun, Angin
(from my friend's e-mail)
"Jika Kau menginginkan cinta dari seseorang, tunjukkan cintamu.
Cinta tidak membutuhkan keraguan, Tunjukkan saja !!"
POHON
Alasan mengapa orang2 memanggilku "Pohon" karena aku sangat baik dalam
menggambar pohon.
Setelah itu, aku selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan
sebagai
trademark pada semua lukisanku.
Aku telah berpacaran sebanyak 5 orang wanita ketika aku masih di SMA.
Ada satu wanita yang aku sangat aku cintai, tapi aku tidak punya
keberanian
untuk mengatakannya.
Dia tidak memiliki wajah yang cantik, tubuh yang sexy, dsb, dia sangat
peduli dengan orang lain dan religius tapi dia
hanya wanita biasa saja.
Aku menyukainya, sangat menyukainya, menyukai gayanya yang innocent dan
apa
adanya, kemandiriannya, aku menyukai kepandaiannya dan kekuatannya.
Alasan aku tidak mengajaknya kencan karena aku merasa dia yang sangat
biasa
dan tidak serasi untukku.
Aku juga takut, jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan
hilang.
Aku juga takut kalau gosip2 yang ada akan menyakitinya.
Aku merasa dia adalah "sahabatku" dan aku akan memilikinya tiada
batasnya
dan aku tidak harus memberikan
semuanya hanya untuk dia.
Alasan yang terakhir, membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan
selama 3 tahun ini.
Dia tau aku mengejar gadis2 lain, dan aku telah membuatnya menangis
selama 3
tahun.
Ketika aku mencium pacarku yang kedua, dan terlihat olehnya.
Dia hanya tersenyum dengan berwajah merah dan berkata "lanjutkan saja"
dan
setelah itu pergi meninggalkan kami. Esoknya, matanya bengkak .. dan
merah .
Aku sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis, but
aku
tertawa dengannya seharian.
Ketika semuanya telah pulang, dia sendirian di kelas untuk menangis.
Dia tidak tau bahwa aku kembali dari latihan sepakbola untuk mengambil
sesuatu di kelas, dan aku melihatnya menangis selama sejam-an.
Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya. Pernah sekali mereka berdua perang
dingin, aku tau bukan sifatnya untuk memulai
perang dingin.
Tapi aku masih tetap bersama pacarku.
Aku berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan
kaget.
Aku tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama
pacarku.
Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang
terjadi
sebelumnya.
Aku tau bahwa dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tau bahwa
sakit
hatiku sama buruknya dengan dia, aku juga sedih.
Ketika aku putus dengan pacarku yang ke 5, aku mengajaknya pergi.
Setelah kencan satu hari itu, aku mengatakan bahwa ada sesuatu yang
ingin
kukatakan padanya.
Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa dia juga ada sesuatu yang
ingin
dia katakana pada ku.
Aku cerita padanya tentang putusnya aku dengan pacarku dan dia berkata
tentang dia sedang memulai suatu hubungan dengan seseorang.
Aku tau pria itu. Dia sering mengejarnya selama ini. Pria yang baik,
penuh
energi dan menarik.
Aku tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatinya aku, tapi hanya bisa
tersenyum dan mengucapkan selamat padanya. Ketika aku sampai di rumah,
sakit
hatiku bertambah kuat dan aku tidak dapat menahannya.
Seperti ada batu yang sangat berat didadaku.
Aku tak bisa bernapas dan ingin berteriak namun tidak bisa.
Air mata mengalir dan aku jatuh menangis. Sudah sering aku melihatnya
menangis untuk pria yang mengacuhkan kehadirannya.
Ketika upacara kelulusan, aku membaca SMS di Handphoneku. SMS itu
dikirim 10
hari yang lalu ketika aku sedih dan menangis.
SMS itu berbunyi, "Daun terbang karena Angin bertiup atau karena Pohon
tidak
memintanya untuk tinggal ?".
DAUN
Selama SMA, aku suka mengoleksi daun2, kenapa?
Karena aku merasa bahwa daun untuk meninggalkan pohon yang selama ini
ditinggali selama ini membutuhkan banyak kekuatan.
Selama 3 thn di SMA, aku dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar
tapi
"Sahabat".
Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya, Aku
mempelajari
sebuah perasaan yang belum pernah aku
pelajari sebelumnya - CEMBURU.
Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon.
Hal itu seperti 100 butir lemon busuk.
Mereka hanya bersama selama 2 bulan.
Ketika mereka putus, aku menyembunyikan perasaan yang luar biasa
gembiranya.
Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi.
Aku menyukainya dan aku tau bahwa dia juga menyukaiku, but mengapa dia
tidak
mau mengatakannya?
Sejak dia mencintaiku, mengapa dia tidak yang memulainya dulu untuk
melangkah?
Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku selalu sakit.
Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sakit.
Aku mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah tangan,
tapi
mengapa dia memperlakukanku dengan sangat baik diluar perlakuannya
hanya
untuk seorang teman?
Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati, aku tau kesukaannya,
kebiasaannya.
Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui.
Kau tidak mengharapkan aku seorang wanita untuk mengatakannya bukan ?
Di luar itu, aku mau tetap disampingnya, memberinya perhatian,
menemaninya,
dan mencintainya. Berharap, bahwa suatu hari, dia akan datang dan
mencintaiku.
Hal itu seperti menunggu telponnya setiap malam, mengharapkannya
untuk
mengirimku SMS.
Aku tau sesibuk apapun dia, dia pasti meluangkan waktunya untukku.
Karena itu, aku menunggunya. 3 tahun cukup berat untuk kulalui dan aku
mau
menyerah.
Kadang aku berpikir untuk tetap menunggu.
Luka dan sakit hati, dan dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini.
Ketika di akhir tahun ke 3, seorang pria mengejarku.
Dia adalah adik kelasku, setiap hari dia mengejarku tanpa lelah.
Dari penolakan2 yang telah ditunjukkan, aku merasa bahwa aku ingin
memberikan dia ruang kecil di hatiku.
Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk
terbang
dari pohon.
Akhirnya, aku sadar bahwa aku tidak ingin memberikan Angin ini ruang
yang
kecil di hatiku.
Aku tau Angin ini akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ketempat
yang
lebih baik.
Akhirnya Aku meninggalkan Pohon, tapi Pohon hanya tersenyum dan tidak
memintaku untuk tinggal, aku sangat sedih
memandangnya tersenyum ke arahku.
"Daun terbang karena Angin bertiup atau Pohon tidak memintanya untuk
tinggal"
ANGIN
Karena aku menyukai seorang gadis bernama Daun, karena dia sangat
bergantung
pada Pohon, jadi aku harus menjadi Angin yang kuat.
Angin akan meniup Daun terbang jauh. Ketika aku pertama kalinya, ketika
1
bulan setelah aku pindah sekolah.
Aku melihat seorang memperhatikan kami bermain sepakbola.
Ketika itu, dia selalu duduk di sana sendirian atau dengan teman2nya
memerhatikan Pohon.
Ketika Pohon berbicara dengan gadis2, ada cemburu di matanya.
Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya.
Memperhatikannya menjadi kebiasaanku, seperti daun yang suka melihat
Pohon.
Satu hari, dia tdk tampak, aku merasakan kehilangan.
Seniorku juga tidak ada saat itu, Aku pergi ke kelas mereka, melihat
seniorku sedang memperhatikan daun. Air mata
mengalir di mata daun ketika Pohon pergi, besoknya, aku melihat Daun di
tempatnya yang biasa, memperhatikan Pohon. Aku melangkah dan tersenyum
padanya.
Menulis catatan dan memberikan kepadanya. Dia sangat kaget.
Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima catatanku.
Besoknya, dia datang, menghampiriku dan memberiku catatan.
Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu
karena
Daun tidak mau meninggalkan Pohon.
Aku melihat ke arahnya dengan kata2 tersebut dan pelan dia mulai
berkata
padaku dan menerima kehadiranku dan
telp ku.
Aku tau orang yang dia cintai bukan aku, tapi aku akan berusaha agar
suatu
hari dia menyukai aku.
Selama 4 bln, Aku telah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20x
kepadanya.
Setiap kali dia mengalihkan pembicaraan .. tapi aku tidak menyerah, aku
memutuskan untuk memiliki dia dan berharap dia
akan setuju menjadi pacarku.
Aku bertanya, "Apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pernah
membalas?",
dia berkata, "Aku menganggukkan kepalaku".
"Ah?" Aku tidak percaya apa yang aku dengar.
"Aku menganggukkan kepalaku" dia berteriak.
Aku meletakkan telp, berpakaian dan naik taxi ketempat dia, dan dia
membuka
pintu, aku memeluknya kuat2.
"Daun terbang karena tiupan Angin atau karena Pohon tidak memintanya
untuk
tinggal".
...If I were to choose, I will be the wind, since it can change a heart. Although am not willing to change anyone's heart now...
Di
11:30 PM
------